Sunday, April 26, 2009

Menjadi Pemimpin Yang Adil

Sungguh, sangat terhormat posisi seorang pemimpin yang menjalankan kepemimpinannya dengan amanah, melaksanakan kepercayaan rakyatnya, dan menetapkan hukum sesuai prinsip keadilan. Allah swt akan menyediakan baginya di akhirat kelak mimbar kehormatan yang terbuat dari cahaya, berada di sebelah kanan Ar-Rahman.

Rasulullah saw bersabda:

قالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْمُقْسِطِينَ عِنْدَ اللَّهِ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ عَنْ يَمِينِ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ وَكِلْتَا يَدَيْهِ يَمِينٌ الَّذِينَ يَعْدِلُونَ فِي حُكْمِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ وَمَا وَلُوا

“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat adil di mata Allah berada di atas mimbar yang terbuat dari cahaya, berada di sebelah kanan Ar-Rahman Azza wa Jalla. Yaitu mereka yang berbuat adil ketika menetapkan putusan hukum, dan adil terhadap pengikut dan rakyanya.” (HR. Muslim)

Sahih Muslim, Hadits ke 3406, Jilid 9, hal 349.

Pemimpin yang adil juga mendapat jaminan istimewa dari Allah SWT. Hadits sahih riwayat Imam Bukhari menyebutkan, tujuh jenis manusia akan mendapat naungan keteduhan dari Allah SWT pada saat menempuh alam Mahsyar kelak, yang panasnya tak terperikan. Yang pertama kali mendapat kehormatan tertinggi itu, adalah imamun ’adilun, pemimpin yang adil. Baru enam jenis yang lainnya.

Posisi terhormat seorang pemimpin yang adil di mata Allah swt, sepadan dengan perjuangan berat yang dilakukannya di dunia. Betapa tidak, untuk menjadi seorang pemimpin yang adil, pertama sekali ia harus menjadi teladan dalam kebenaran dan keadilan. Sehingga ketika ia harus berani menegakkan kadilan bagi orang lain dan rakyatnya, ia tidak terkurung dengan kesalahan diri sendiri.

Sungguh, pemimpin yang adil dicintai dan didukung penuh oleh rakyatnya. Bahkan doa-doa kebaikan selalu akan meluncur dari lisan-lisan setiap rakyatnya, bukan sumpah serapah dan hujatan kebencian.

Karena itu, jadilah pemimpin yang adil. Allahu A’lam.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment